Skip to main content
Kami yakin Anda setidaknya pernah satu atau dua kali mendengar istilah rekayasa sosial (social engineering) diberitakan di media — bagaimanapun, ini merupakan penyebab pelanggaran siber yang paling umum. Namun, apa sebenarnya arti rekayasa sosial?

Apa Itu Rekayasa Sosial?

Rekayasa sosial adalah tindakan penjahat siber memperoleh akses, informasi, atau sumber daya yang seharusnya tidak dapat mereka miliki dengan memanipulasi manusia, bukan teknologi. Meskipun Anda mungkin mengira cara yang paling umum bagi peretas untuk menembus sistem adalah dengan menerobos firewall atau menggunakan algoritma pemecah kata sandi yang canggih, pada kenyataannya pelanggaran lebih sering terjadi akibat rekayasa sosial. Alih-alih menargetkan penghalang teknologi, peretas “merekayasa” cara untuk memanipulasi orang-orang di dalam organisasi Anda, dengan anggapan bahwa merekalah kelemahan keamanan terbesar perusahaan. Para pelaku kejahatan tersebut menciptakan situasi “sosial” (biasanya masalah yang dibuat sendiri oleh peretas!) — itulah asal nama rekayasa sosial. Sederhananya, social engineer mengarang cerita yang sangat meyakinkan untuk menipu Anda agar melakukan sesuatu bagi mereka atau memberi mereka akses ke informasi pribadi. Resource image

Bagaimana Cara Kerjanya?

Ada berbagai teknik psikologis yang digunakan penjahat siber untuk memenangkan — lalu mengkhianati — kepercayaan Anda. Berikut beberapa di antaranya.

Priming

Priming adalah ketika social engineer membangun suasana emosional dalam percakapan untuk mencairkan suasana dan tampak lebih sah. Hal ini membuat korban lebih mungkin menjawab pertanyaan mereka. Misalnya, mereka membuka percakapan dengan menceritakan betapa beratnya pagi mereka atau memutar rekaman suara anak-anak berlarian di latar belakang, lalu berpura-pura meminta anak-anak itu diam karena Ibu/Ayah sedang menelepon. Namanya juga anak-anak, bukan?

Framing

Apakah Anda ingat infomersial (pada masa ketika kita rela menonton iklan OxiClean selama 20 menit hanya karena menyukai Billy Mays)? Mereka tidak pernah langsung menyebutkan harga produknya. Sebaliknya, mereka akan berkata “Hanya 49,99”atau“Enamkalicicilanmudahsebesar49,99” atau “Enam kali cicilan mudah sebesar 12,99!” Inilah yang disebut framing; informasi disajikan dengan cara yang memanipulasi cara Anda menerimanya. Harga 78mungkinterasasangatmahal,tetapienamkalicicilanmudahsebesar78 mungkin terasa sangat mahal, tetapi enam kali cicilan mudah sebesar 13 terasa seperti harga yang sangat murah. Penjahat siber melakukan hal yang sama; mereka menyampaikan informasi atau permintaan dengan cara yang cerdik untuk merekayasa reaksi Anda. Lain kali Anda menerima email dari orang asing yang tidak mampu memberi makan keluarganya kecuali Anda mengirimkan kartu hadiah iTunes, tanyakan pada diri sendiri, “jika ia langsung meminta hal ini kepada saya, apakah saya akan mengiyakannya?”

Loss Aversion

Jika pada puncak popularitas Tidying Up with Marie Kondo Anda mulai membereskan barang-barang, tetapi akhirnya tidak rela melepaskan hampir apa pun, Anda tidak sendirian. Manusia sangat enggan melepaskan barang yang mereka miliki. Social engineer memanfaatkan hal ini dengan mengiming-imingi kehilangan sesuatu — sering kali uang — di hadapan calon korban, sehingga mengaburkan penilaian mereka dan membuat mereka lebih bersedia bekerja sama atau membagikan informasi pribadi.

Authority Bias

Berapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk menyadari bahwa orang tua Anda tidak selalu benar? Orang cenderung secara refleks memercayai pendapat mereka yang memiliki otoritas atas mereka; mereka juga jauh lebih mungkin bertindak melawan kepentingan sendiri ketika diminta oleh figur otoritas. Social engineer sering menyamar sebagai figur otoritas, seperti eksekutif, agar calon korban enggan mencermati permintaan mereka.

Familiarity Bias

Anda berada di sebuah kedai makan dan memesan minuman bersoda, lalu pelayan bertanya apakah Anda ingin Coke atau Dacey Fizz. Mana yang Anda pilih? Coke, bukan? Ketika dihadapkan pada pilihan, orang jauh lebih mungkin memilih (dan memercayai) opsi yang paling familier. Social engineer dapat memanfaatkan hal ini dengan menyodorkan beberapa pilihan tindakan dan yakin bahwa Anda akan memilih yang paling familier — yaitu yang mereka inginkan. Resource image

Apa Saja Contohnya?

Meskipun Anda mungkin mengira cara yang paling umum bagi peretas untuk menembus sistem adalah dengan menerobos firewall atau menggunakan algoritma pemecah kata sandi yang canggih, pada kenyataannya pelanggaran lebih sering terjadi akibat rekayasa sosial.

Phishing

Phishing merupakan bentuk rekayasa sosial yang paling umum — dengan jenis yang paling populer berupa penipuan melalui email. Email-email ini memancing Anda untuk membagikan informasi pribadi, mengeklik tautan, atau membuka lampiran yang menginfeksi perangkat Anda dengan malware. Kami akan membahas phishing lebih lanjut bulan depan. Smishing dan Vishing adalah versi phishing yang masing-masing terjadi melalui pesan teks dan panggilan suara. Pelaku dapat menampilkan ID penelepon dengan nama apa pun yang mereka pilih, sehingga mereka dapat menyamar sebagai seseorang yang Anda percayai dan mengatakan bahwa mereka memiliki nomor baru atau memerlukan bantuan Anda. CONTOH: Anda menerima pesan suara “mendesak” dari Janet di cabang lain yang mengatakan bahwa databasenya mengalami gangguan dan ia segera membutuhkan informasi akun tentang pelanggan tertentu. Ketika Anda menelepon balik “Janet”, Anda membagikan informasi pribadi kepada phisher, yang menggunakan data tersebut untuk membobol rekening bank pelanggan tersebut.

Pelanggaran Fisik

Social engineer terkadang menyamar sebagai karyawan atau sosok ramah seperti kurir pengantar untuk masuk ke dalam gedung, lalu ketika dibiarkan tanpa pengawasan di dalam, mereka membobol komputer atau mengobrak-abrik dokumen pribadi. CONTOH: Seseorang berseragam petugas pos datang dari belakang Anda sambil kerepotan membawa setumpuk paket. Anda dengan ramah menahan pintu agar tetap terbuka saat memasuki kantor, tetapi ternyata petugas pos itu adalah penjahat siber yang menyamar. Apa isi paket-paket tersebut? Perangkat peretasan, yang mereka colokkan ke komputer dan server perusahaan untuk membobol jaringan Anda.

Pengetahuan Adalah Kekuatan!

Social engineer adalah ahli manipulasi, tetapi mereka tidak mengendalikan pikiran. Memang, peretas akan berusaha menipu Anda, tetapi Anda memegang kekuatan untuk melindungi organisasi dengan lebih baik. Dengan mempelajari lebih lanjut teknik rekayasa sosial, Anda membekali diri dengan pengetahuan yang diperlukan untuk mengenali para pelaku kejahatan. Banggalah atas dampak yang Anda berikan dan bagikan pengetahuan baru Anda kepada rekan-rekan karyawan (dan orang-orang terkasih) agar semua orang tetap aman. Resource image